Search form
Powered by FC2 BLOG

Let's start blogging!!

Powered by FC2 Blog

Cream Wajah VS Botox

2012.05.15
Memiliki wajah yang cerah, putih dan tampak awet muda adalah dambaan semua orang. Jika Anda berniat untuk mempertahankannya sekaligus mendapatkan tanggapan yang positif dari lingkungan, sebaiknya pilih memakai krim kosmetik ketimbang melakukan botox.

Dalam sebuah penelitian terungkap, orang yang memilih cara-cara konvensional untuk mempertahankan kemudaan wajahnya, yakni memakai cream wajah, mengaku lebih mendapat perlakuan hangat dan jauh dari kesan sombong, dibandingkan dengan pengguna botox, suntikan penghilang kerut.

"Di balik tekanan untuk selalu tampil menarik dalam kehidupan sosial, ternyata ada dampak sosial negatif yang harus ditanggung oleh mereka yang memilih cara ekstrem demi penampilannya," kata ketua peneliti Alison Chasteen, profesor psikologi dari Universitas Toronto.

Dalam penelitiannya, Chasteen meminta 260 wanita untuk membaca tentang wanita yang berusia 50, 60, dan 70 tahun, yang menggunakan cream wajah termasuk cream pemutih wajah atau injeksi botox agar terlihat tetap muda. Separuh partisipan berusia muda (rata-rata 18 tahun) dan sisanya berusia lanjut (rata-rata 70 tahun).

Responden yang berusia lanjut memiliki perasaan yang positif terhadap wanita yang melakukan upaya untuk mencegah penuaan, apa pun jenisnya dibanding responden berusia muda. Akan tetapi, secara umum para responden merasa wanita yang memakai cream wajah lebih bersahaja dan lebih disukai.

Dalam penelitian kedua, 100 partisipan wanita diminta membaca tentang empat jenis upaya wanita mempertahankannya kecantikannya, yakni menghindari sinar matahari, memakai cream wajah, melakukan suntik botox, dan melakukan penarikan wajah (facelift).

Sekali lagi, para responden kebanyakan menyukai wanita yang menjaga kecantikannya secara biasa-biasa saja.

tag : pemutih wajah, cream kecantikan, wajah putih

Baju Branded Kotak-Kotak

2012.05.15
Baju Branded Kotak-Kotak - Bakal calon gubernur DKI Jakarta incumbent Fauzi Bowo tampaknya menganggap pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama sebagai pesaing terberatnya.

Hal ini tersirat dari pernyataan-pernyataan yang dilontarkannya di depan publik dalam acara Komunitas Jakarta Dukung Foke-Nara.

"Tadi saya mau pake baju kotak-kotak ke sini. Tapi saya dimarahin. Enggak ada tempatnya untuk baju kotak-kotak di sini," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (5/5/2012).

Seperti yang diketahui trend baju kotak-kotak menjadi ramai karena menjadi baju khas dari pasangan Jokowi-Ahok. Alhasil grosir baju branded kotak-kotak pun laris.

Tidak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa berdasarkan survei yang ada dirinya dan Nachrowi Ramli hanya membutuhkan tujuh persen lagi untuk menang.

"Sekarang angka kami 44 persen. Yang lain 24 persen lah. Untuk 51 persen, butuh tujuh persen lagi. Dan itu tidak mustahil," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebaiknya warga mendukung yang tahu benar seluk-beluk Jakarta dan sudah berpengalaman memimpin Jakarta.

"Di Jakarta aja nyasar, gimana mau mimpin. Pilih yang sudah pasti menang. Saya enggak tahu apa julukannya buat orang yang milih yang pasti kalah," ujar Foke.

Selanjutnya, ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak mau menjanjikan apa-apa pada warga Jakarta. Cukup lihat pengalaman dirinya yang sudah 35 tahun melayani warga Jakarta dan ikut dalam tiap pembangunan Jakarta.

"Kami tidak bisa janjikan apa-apa. Kami sudah buktikan. Saya 35 tahun sudah ikut membangun Jakarta. Kalau nyari yang lebih pengalaman dari saya, susah kayaknya," ungkapnya. "Yang penting saat ini jangan suka fitnah orang. Jelek-jelekin dikit boleh lah, asal ada alasannya," katanya.

tag : grosir baju, baju kampanye. branded

Desain Baju Distro

2012.05.15
Sebanyak 14 tokoh berbagai bidang menyumbangkan desain naju sebuah merek distro yang berulang tahun ke-14, Selasa (14/2/2012). Kaos atau baju akan diedarkan secara terbatas dan sebagian penjualannya disumbangkan.

Beberapa tokoh yang menyumbangkan desain adalah Theresia Pardede atau Tere, Tisna Sanjaya, Tegep Oktaviansyah, dan Tita Larasati.

Mereka tidak mempersiapkan desain dari rumah, tetapi menggarapnya langsung di Simpul Space #2 yang terletak di Jalan Purnawarman, Bandung. Tegep menggunakan desain tengkorak, sementara Tere bermain dengan gaya minimalis, tetapi sarat makna.

Pemilik distro Airplane System, Fiki Satari, mengungkapkan, desain baju distro akan dijual sangat terbatas dengan harga jualnya yang lebih tinggi. "Sebagian royaltinya bakal disumbangkan untuk komunitas pendidikan kreatif informal," ujar Fiki.

Fiki berkisah, usahanya sudah dimulai sejak tahun 1998. Dengan perjalanan selama 14 tahun, Airplane System kini memiliki cabang di sejumlah kota besar di Indonesia. Produk baju lokal ini sudah tersebar juga di tangan konsumen di Singapura, Malaysia, dan Perancis.

tag : kaos distro, distro bandung, usaha

Benang Produksi Jawa Barat

2012.05.05
Produsen teks­til dan produk teks­til (TPT) Taiwan berniat membeli benang buatan industri Jawa Barat untuk mengamankan produksi di tengah kelangkaan benang yang terjadi saat ini. Sekretaris Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar Kevin Hartanto mengatakan ketertarikan pengusaha Taiwan membeli benang rajut dari Jabar terungkap dalam pameran produk TPT di Taipei, Taiwan, beberapa pekan lalu.

“Benang memang menjadi langka di pasar akibat menurunnya produksi kapas di beberapa negara. Imbasnya, pengusaha TPT, seper­ti di Taiwan memutuskan mencari benang ke negara lain, termasuk Indonesia,” katanya.

Menurut Kevin, Taiwan sebenarnya merupakan salah satu produsen benang yang cukup kuat selama ini, untuk berbagai jenis benang termasuk benang rajut. Namun, penurunan produksi kapas di Brasil, China, dan beberapa negara lain membuat pasokan benang turun.

Kevin juga mengaku tidak dapat memastikan apakah produsen benang di Jabar bisa memenuhi seluruh permintaan dari Taiwan. Permasalahannya, kata dia, pengusaha TPT di dalam negeri pun membutuhkan benang untuk menopang produksi.

Dia khawatir pe­nu­runan produksi kapas yang berkepanjangan akan membuat stok benang yang dimiliki pengusaha lokal terus menipis. Menurut dia, tidak seimbangnya pasokan dengan permintaan membuat harga benang terus naik.

Javahostindo Web Hosting Indonesia

2011.03.31
Javahostindo Web Hosting Indonesia merupakan sebuah kata kunci/keyword dalam kontes seo yang kini diperebutkan dalam kontes seo yang diadakan oleh Javahostindo. Kontes ini akan berakhir pada 3 April 2011 besok. Dengan kata lain, kontes ini akan segera berakhir dan memasuki detik-detik penentuan. Siapa yang menang, itulah yang terbaik dalam kontes seo Javahostindo Web Hosting Indonesia ini.

Siapapun yang menang, itulah peserta terbaik dan layak diapresiasi sebagai master seo. Karena seperti panitia bilang, kontes Javahostindo Web Hosting Indonesia menjunjung tinggi sportivitas dan teknik-teknik seo yang positif dan jujur serta sesuai dengan pancasila dan UUD 45. hehehe...

Kontes ini berlangsung dari tanggal 15 Februari - 3 Arpril 2011 dengan jurinya adalah Google.co.id melalui kata kunci lomba Javahostindo Web Hosting Indonesia. Kontes ini memperebutkan hadiah dengan total hadiah Rp.7.500.000 untuk 23 orang pemenang.